Oleh: twpkapoposang | April 29, 2010

Keberadaan Ketam Kenari di Pulau Kapoposang


Pulau Kapoposang memiliki banyak keunikan alam yang eksotis. Keindahan alam bawah laut sebagai spot penyelaman yang hampir mewakili seluruh spesies terumbu karang di Sulawesi, keanekaragaman biota laut yang tinggi, pantai dengan pasir putih dan keindahan panorama menjelang fajar (sun rice) dan petang (sun set), menjadi daya tarik tersendiri sebagai salah satu pulau yang berstatus Taman Wisata Perairan.

Sebagai salah satu pulau yang berorientasi pada kegiatan wisata, Pulau Kapoposang ternyata memiliki spesies yang unik. Salah satunya adalah Robber crab atau ketam kenari. Masyarakat pulau kapoposang menyebut spesies ini dengan nama Panggele. Keberadaanya, bagi masyarakat Pulau Kapoposang dianggap layaknya seperti kepiting pasir kebanyakan yang tidak bagus untuk dikonsumsi. Anggapan ini telah sejak lama melekat di masyarakat pulau, sehingga akan sangat menguntungkan untuk kelangsungan hidup ketam kenari di pulua ini.

Informasi tentang keberadaan Ketam Kenari di Pulau Kapoposang masih sangat jarang. Belum ada informasi jelas mengenai aspek bioekologinya di pulau ini. Hal ini dapat menjadi kajian yang menarik karena Pulau Kapoposang menjadi satu-satunya pulau yang menjadi hunian ketam kenari, dari 117 pulau yang dimiliki kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Meskipun status ketam kenari hanya terdaftar sebagai DD (data deficient) atau data kurang dalam IUCN Red List of Threatened Species, namun keberadaan spesies ini perlu untuk dilindungi mengingat penyebarannya yang terbatas. Di Indonesia, penyebaran spesies ini terdapat di beberapa pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.  Setidaknya Pulau Kapoposang dapat direkomendasikan menjadi pulau perlindungan bagi Ketam Kenari seperti halnya di beberapa pulau di luar negeri. Di pulau Christmas misalnya, pulau yang berada dibawah teritori pemerintah Australia telah menjadi pulau dengan populasi terbesar dan paling lestari di dunia. Di Kepulauan Chagos (Inggris), spesies ini telah  dilindungi dari perburuan bahkan dengan denda hingga 1500 poundsterling tiap ketam yang dikonsumsi.

Sebagai spesies yang aktif dimalam hari (nocturnal), pengunjung bisa melakukan petualangan malam menyusuri pepohanan rindang yang banyak ditumbuhi pohon kelapa. Lokasi penyebarannya sangat mudah dijangkau. Cukup dengan menyusuri jalan setapak di belakang rumah-rumah  penduduk, melewati semak belukar dan tumbuhan perdu, spesies ini akan sangat mudah dijumpai. Sarang Ketam Kenari banyak terdapat di sela-sela akar pepohonan dengan menggali pasir sebagai tempat persembunyiannya.

Di pulau ini banyak guide local yang siap menemani petualangan mencari ketam kenari. Dengan pengalaman dan insting yang kuat, para guide local sangat mudah memandu pengunjung untuk menemukan spesies ini. Terdapat beberapa titik lokasi sebagai tempat bersarang yang telah diketahui oleh kebanyakan masyarakat setempat. Biasanya para guide local menggunakan kelapa yang telah diparut sebagai umpan untuk memancing ketam kenari keluar dari sarangnya. Jika beruntung, pengunjung akan menyaksikan ketam kenari memanjat pohon kepala, mencabik-cabik sabuk kelapa dengan capitnya dan menyaksikannya menyantap makan malamnya.

Petualangan mencari ketam kenari dimalam hari, dapat menjadi tambahan rangkaian kegiatan wisata jika berkunjung di Pulau Kapoposang. Dimulai dari menikmati alam bawah laut, pesona pasir putih nan indah, sun set dan sun rice  yang memukau dan petulangan mencari ketam kenari dimalam harinya, akan melengkapi kepuasan setiap pengunjung.


Responses

  1. […] sumber […]

    • tulisan ini hasil tulisan kami berdasarkan hasil pengamatan selama kami bertugas di TWP Kapoposang..jadi sumbernya dari kami sendiri..thks

  2. menarik, ternyata di kapoposang jg ada Birgus latro ya ???
    sudah adakah penelitian ttg biota ini di Kapoposang ???

    • @zalfa: iya di lokasi ini tepatnya di pulau kapoposang merupakan habitat birgus latro,,saat ini belum ada penelitian terkait biota ini…sapa tau anda mau memulainya,,,,???

  3. wah kebetulan pak….
    cuma mungkin blm saat ini karena saya juga lagi meneliti biota ini di daerah maluku bagian timur…..
    saya lagi merampungkan thesis saya pak…

    insya Allah akan saya usahakan ke sana… kebetulan juga teman saya akan ada kegiatan di Kapoposang, tapi tidak menyentuh soal Birgus latro..
    mereka hanya ke terumbu karang… klw gak ada halangan, mungkin saya jg bisa ikut ke sana dengan mereka, cuma blm pasti….

    • sipp ditunggu kabarnya..kalo mau masuk ke kawasan bisa hubungi kami di halaman kontak ada nomor yang bisa dihubungi..karena untuk melakukan penelitian ada beberapa prosedur terkait izin untuk penelitian di kawasan TWP Kepulauan Kapoposang.

      untuk teknisnya nnt bisa kita turun sama-sama ke lapangan

  4. ok… beres, mudah2an tidak ada halangan untuk mewujudkan niat ini.
    Tq,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: