Oleh: twpkapoposang | Desember 29, 2010

Gambaran umum pulau-pulau di TWP Kapoposang


1.Pulau Kapoposang
Kondisi Fisik pulau
Paparan terumbu karang cukup luas mengelilingi Pulau Kapoposang dan memanjang ke arah barat, dengan total luas reef flat sebesar 1.156 Ha dan dalam kondisi terumbu yang relatif masih baik, khususnya di rataan terumbu di sisi barat laut. Tutupan karang hidup di daerah reef edge cukup tinggi yakni rata‐rata 54% dari total tutupan makrobentik di rataan terumbu. Sedangkan di daerah reef top penutupan karang hidupnya hanya 28%. Walaupun kondisi terumbu umumnya relatif baik, namun persentase karang mati (DC) dan karang mati yang tertutup alga (DCA) masih relatif tinggi (27%).
Aktivitas Masyarakat
Penduduk di Kepulauan Kapoposang adalah berasal dari Suku Bugis, Makasar, dan Mandar. Sebagian besar penduduknya atau lebih dari 90% menggantungkan hidupnya dari aktifitas pemanfaatan sumber daya hayati kelautan sebagai nelayan. Selebihnya berprofesi sebagai pedagang, dan pegawai negeri. Hasil perkebunan yang menonjol hanyalah kelapa dan sukun. Hal ini mungkin dikarenakan sumber air terbatas di Pulau Kapoposang saja,sehingga mereka tidak terlalu fokus dalam bercocok tanam.
Menurut penuturan salah seorang nelayan di pulau Kapoposang, biasanya pada saat musim ikan cakalang, laut di sekitar pantai akan menjadi “hitam”, karena hasil tangkapan (cakalang) yang berlebih dibuang lagi ke pantai sehingga menyebabkan pantai menjadi hitam. Terbuangnya hasil tangkapan tersebut tak lain karena hasil tangkapan tersebut tidak terserap seluruhnya di pasar. Hasil tangkapan biasanya dijual di Kota Pangkep atau Makassar dengan jarak tempuh 4-5 jam. Sifat ikan yang mudah busuk menyebabkan ikan yang dipasarkan kualitasnya sudah menurun, ditambah lagi jumlahnya yang begitu melimpah pada saat musim menjadikannya semakin tidak berharga dan akhirnya terbuang.
Sarana dan Prasarana
Berdasarkan pengamatan di lapangan (Maret 2009), sarana dan prasarana yang terdapat di kawasan ini secara umum masih kurang memadai. Sentra Taman Wisata ini terletak di Pulau Kapoposang. Hanya wisma penginapan saja yang boleh dikatakan baik. Satu wisma dikelola oleh pemerintah daerah, sedangkan yang lainnya adalah milik swasta. 2 dermaga yang terletak di Pulau Kapoposang kondisinya cukup memprihatinkan karena sudah rusak di sana-sini. Akses telekomunikasi hanya terbatas menggunakan telepon satelit yang biaya penggunaannya relatif mahal. Sarana listrik menggunakan listrik yang hanya berfungsi dari jam 17.00 sampai jam 22.00.
Potensi Wisata Kawasan Konservasi
Taman Wisata Alam Laut Kapoposang terpusat di Pulau Kapoposang. Hamparan pasir putih yang luas di bibir pantai dan perairan yang relatif dangkal di kawasan ini sangat cocok untuk dijadikan tujuan wisata. Perairan yang jernih dan bersih serta suasana yang masih sangat alami menjadi kekuatan tersendiri yang menjadikan tempat ini sangat cocok untuk melakukan wisata bahari. Berikut ini beberapa kegiatan wisata bahari yang dapat dilakukan di Kepulauan Kapoposang dan sekitarnya :
a) Diving :
Selama ini pantai Pulau Kapoposang dijadikan tempat untuk bermain Diving oleh wisatawan. Hal ini karena keindahan terumbu Kapoposang mempunyai nilai keindahan yang cukup besar bila dibandingkan dengan pantai lainnya. Kegiatan ini sangat menarik wisatawan untuk mengunjungi pantai Pulau Kapoposang.
b) Snorkling :
Pantai Pulau Kapoposang mempunyai ekosistem terumbu karang dan jenis flora dan fauna yang keanekaragamannya cukup tinggi. Keindahan ini sangat menarik minat wisatawan untuk melakukan kegiatan snorkling untuk menikmati keindahan pantai Kapoposang di waktu senggang.
c) Fishing :
Pantai Pulau Kapoposang juga memiliki jenis ikan yang sangat beranekaragam. Jenis ikannya masih cukup banyak karena masih belum dirusak oleh aktivitas penangkan ikan dengan menggunakan alat-alat keras ataupun karena faktor lingkungan. Wisatawan melakukan kegiatan Fishing pada waktu-waktu senggang sambil menikmati suasana keindahan pantai Pulau Kapoposang.
d) Budidaya Rumput Laut
Pulau Kapoposang selain mempunyai jenis flora dan fauna yang beranekaragam, juga memiliki jenis rumput laut yang cukup bagus. Sehingga hal ini menarik wisatawan untuk datang dan belajar tentang bagaimana kegiatan budidaya rumput laut yang sudah dijadikan tradisi bagi masyarakat Pulau Kapoposang.

2. Pulau Papandangan
Kondisi Fisik pulau
Paparan terumbu Pulau Pandangan, hampir sama lebar di setiap arah. Sementara di Beberapa taka dan gusung yang terbentang di sekitar Pulau Pandangan antara lain Gusung Taka Banynyara, Taka Banynyara, Tattoroe, Kampe, Sipakkaluro, Pallawangeng, Timpusu Cakka, Batu Sellae dan Karangan. Kondisi perairan sekitar Pulau Pandangan cukup jernih, di daerah reef top dan reef edge masih dijumpai tutupan karang hidup yang bisa mencapai 32% (kategori sedang), namun sebarannya berada pada kedalaman 4–15 m dekat wilayah tebing terumbu di sisi selatan pulau.
Aktivitas Masyarakat
Aktivitas umum masyarakat Pulau Papandangan adalah sebagai nelayan dengan menggunakan berbagai jenis alat tangkap seperti rumpon jarring, pukat, bubu dan pancaing. Aktivitas penangkapan dengan menggunakan perahu motor (jolloro) dengan ukuran sekitar 7×1,5 m. Kegiatan penangkapan dilakukan secara bersaman-sama dengan dituntut oleh ponggawa sunu, dengan ukuran yang relaif lebi besar (10×2 m). Kapal motor ponggawa sunu ini, berfungsi untuk penampung hasil tangkapan ikan sunu. Siklus aktivitas penangkapan berlangsung sekitar 3-4 hari di laut. Aktivitas tersebut berlangsung dari bulan Mei-November. Selama di darat, sebagian waktu digunakan untuk mempersiapkan segala keperluan yang berkaitan dengan usaha penangkapan. Pendapatan yang mereka peroleh tergantung pada jumlah hasil tangkapan. Hasil tangkapan rata-rata nelayan sunu antara Rp. 50.000-75.000 perhari.
Sarana dan Prasarana
Secara umum saran prasarana di pulau papandangan,relative sangat terbatas. Sarana pendidikan yang tersedia, hanya berupa sebuah SD di Pulau ini. Selain itu, juga terdapat sarana kesehatan yang berupa PUSTU dan Posyandu. Sarana umum lainnya adalah dermaga, Masjid, Listrik dan kantor desa. Sebagai pembangkit tenaga listrik, digunakan generator, yang beroperasi antara pukul 17.00-22.00. Tenaga listrik yang dihasilkan generator, berbahan bakar solar yang relatif terbatas karena hanya mampu menyuplai sebagian rumah warga.

3. Pulau Gondongbali
Kondisi Fisik pulau
Pula Gondongbali paparan terumbunya melebar dari utara hingga selatan pulau. Beberapa taka dangusung yang terdapat di Desa Mattiro Matae antara lain Taka Lantang, Taka Esa dan Batu Timpusu di sisi timur PulauGondongbali, Kondisi terumbu karang hidup Pulau Gondongbali didapatkan hanya 24%.Karang mati ditutupi alga lebih mendominasi di beberapa wilayah rataan terumbu. Secara keseluruhan tutupan karang mati dengan alga (DCA) mencapai 39% dan pasir (S) 29%. Karang hidup yang hanya 7% (HC), termasuk kategori jelek didominasi oleh karang masif berada di antara kawasan pasir pada kedalaman 2–4 m. Rata‐rata penutupan karang hidup di daerah reef edge hanya 18% dari total bottom cover, sedangkan penutupan pasir kelihatan mendominasi, sekitar 40%. (Sumber: Laporan Coremap II Kab. Pangkep).
Aktivitas Masyarakat
Pekerjaan nelayan yang paling dominan di pulau ini adalah nelayan Pang’es dan nelayan penagkapan ikan Sunu hidup. Pang’es melakukan aktivitas penangkapan di luar wilayah desa hingga mencapai wilayah Kalimantan. sebagian besar nelayan sunu melakukan aktivitas penangkapan di sekitar wilayah desa dengan menggunakan alat pancaing kedo-kedo. Hasil tangapan selanjutnya dijula keponggawa penampung selama beberapa hari (2-3 hari) untuk mencapai ukuran tertentu sebelum dipasarkan d Makassar.
Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana umum yang tersedia di Pulau ini, relatif terbatas. untuk sarana dan prasarana pendidikan di pulau ini hanya terdapat sebuah gedung SD dengan jumlah guru dan murid sangat terbatas. Sarana dan prasarana kesehatan dipulau ini hanya terdapat sebuah puskesmas pembantu dan dua orang tenaga kesehatan (Bidan desa). Di pulau ini juga terdapat prasarana listrik yang digerakkan oleh generator banatuan Japan International Corporetion Agency (JICA) dengan kapasitas yang relatif besar dan mampu melayani semua rumah dari 17.00-24.00 Wita.

4. Pulau Suranti
Pulau Suranti merupakan Pulau tak berpenghuni namun sering disinggahi oleh nelayan untuk bermalam atau segera istrahat. Rataan terumbu intertidal tidak terlalu besar, tapi rataan terumbu yang berada pada paparan sub tidal cukup luas pada kedalaman 3 m. Pada terumbu karang yang dangkal di kedalaman 3 m, tergolong rusak dengan penutupan karang hidupnya 24% sedangkan pada kedalam 10 m tergolong sedang, dengan penutupan karang hidupnya 30%. Komponen terumbu karang lainnya, yang tergolong dominan adalah karang mati dikedua kedalam dan rubble dikedalaman 10 m.
5. Pulau Pamanggangan.
Pulau Pamanggangan termasuk dalam kawasan Taman Wisata Perairan kepulauan Kapoposang yang tidak berpenghuni kecuai hanya nelayan musiman yang beristirahat. Rataan terumbu karang yang memanjang dari arah utara keselatan yang didominasi oleh pasir. Kondisi terumbu karang di Pulau ini tergolong kurang bagus (15-25% karang hidup). Kandungan TSS perairan 210 ppm dan termasuk rendah dibanding dengan yang tercatat di Pulau Saugi dan Satanggo. Nilai kecerahan pada umumnya 2,5-3 m dan tegolong dangkal sebagai indikasi kekeruhan. Kondisi terumbu karang dipulau ini rusak parah hingga sedang (karang 5-47 %). Pulau ini juga dikelilingi paparan terumbu karang yang sangat luas. sedangkan di Sementara di Gusung Tambakulu di sisi barat Pulau Tambakulu dan Gusung Karangan yang terletak antara Pulau Pamanggangan dan Pulau Suranti.


Responses

  1. wow…
    Kapan ya bisa ke sana…

    http://popnote.wordpress.com

    • trims atas apresiasinya..
      ditunggu kunjungannya.

  2. Bgm dengan potensi investasinya? sy dengar TWP kapoposang lahannya di klaim oleh 2 orang?

  3. sy sering mancing di kapoposan….ikannya gede sy pernah dapat kakap merah 20 kg beratnya..lautnya harus dijaga mudah2an tdk ada nelayan yang membom ikan dan membius mari kita jaga kelangsungan turumbu karang…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: