Oleh: twpkapoposang | Januari 27, 2011

KONSERVASI BIOTA LAUT DILINDUNG (Penyu Sisik,Eretmochelys imbricate)


Penyu sisik, salah satu reptile yang digolongkan ke dalam hewan langka yang dilindungi saat ini terus terdegradasi oleh keberadaan manusia. Dalam kondisi normal penyu sisik dalam satu kali musim reproduksi dapat menghasilkan kurang lebih seribu telur, namun dari sekian banyak jumlah telur yang dihasilkan hanya beberapa ekor saja yang mampu bertahan hidup sampai dewasa. Bayangkan misalnya jika kemudian telur-telur tersebut diambil oleh manusia untuk dikonsumsi,maka pertanyaan yang timbul adakah tukik-tukik itu yang sanggup bertahan hidup sampai dewasa ditengah-tengah seleksi alam yang sangat ketat.

TWP Kepulauan Kapoposang sebagai salah satu kawasan konservasi perairan yang dikelola oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang ternyata selama ini merupakan daerah pendaratan Penyu Sisik (Eritmochyles imbricate). Kawasan konservasi perairan dengan seluas 50.000 hektare dengan hamparan pasir putih yang luas dan kepadatan penduduk yang jarang tentunya sangat sesuai untuk penyu bertelur, namun sayangnya selama ini keberadaan TWP Kepulauan Kapoposang sebagai zona pendaratan penyu kurang diekspose dan tidak dioptimalkan selama ini sebagai salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang.

Melalui wawancara dengan masyarakat dan pengamatan langsung di lapangan, diketahui masa bertelur Penyu Sisik di TWP Kepulauan Kapoposang pada bulan November sampai dengan bulan Maret. Untuk musim bertelur tahun ini, mulai dari bulan Nopember 2010 sampai dengan Maret 2011 ditemukan 4 induk Penyu Sisik dengan umur kurang lebih 60 tahun naik untuk bertelur. Setiap induk telur Penyu Sisik akan naik bertelur sebanyak kurang lebih 7 kali dalam satu kali musim reproduksi dengan rata-rata jumlah telur 150 butir.

Jika dijumlahkan keseluruhan jumlah telur yang menetas di TWP Kepulauan Kapoposang berjumlah 4.200 butir. Keberadaan penyu ini sungguh potensi yang luar biasa jika dikembangkan dan dikelola secara profesional. Keberadaan penyu di TWP Kepulauan Kapoposang bukannya tanpa ancaman, status keberadaan penyu sisik saat ini terancam akibat kebiasaan penduduk di TWP Kepulauan Kapoposang yang sangat gemar makan telur penyu. Jika musim penyu pendaratan penyu tiba mereka berlomba-lomba untuk mencari telur penyu.

Menyadari kondisi tersebut, Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan langkah-langkah konservasi untuk menyelamatkan keberadaan Penyu Sisik. Langkah awal yang dilakukan yaitu dengan melakukan relokasi telur penyu dari lubang alami ke lubang buatan yang kami tempatkan di daerah yang mudah untuk diawasi dan dijaga serta tentunya sesuai untuk telur penyu itu. Disamping itu saat ini direncanakan untuk membangun fasilitas demplot penangkaran penyu agar telur-telur penyu dapat menetas dengan selamat.

Baru-baru ini relokasi telur penyu sebanyak 300 butir yang berasal dari 2 induk Penyu Sisik berhasil dilakukan di Pulau Kapoposang, kami melakukan pencarian terhadap penyu sisik yang akan naik bertelur berdasarkan kalender prediksi musim reproduksi yang telah kami susun berdasarkan informasi dan pengamatan di lapangan. Jika kegiatan ini dilakukan secara rutin di setiap musim reproduksi penyu sisik bukan tidak mungkin nantinya TWP Kepulauan Kapoposang menjadi pusat penangkaran penyu sisik di Sulawesi Selatan. Semoga saja dapat berjalan lancar……….


Responses

  1. wah saya belum pernah kesana….

  2. @mbak maya: buruan ke kapoposang,,masak kalah ma teman2 yang lain

  3. pelestarian penyu ya keren banget. saya baru tau ni tentang perkembangan dan ekosistem ya, makasi ya info ya..!

  4. keren penelitian nya..!! sangat mencintai alam sekitar

  5. assalamualaikum. apakah konservasi dan pnangkaran penyu kapoposang bisa mnerima mahasiswa untk program magang?

    • bisa dengan mengirimkan surat permohonan magang dari dekan/ketua jurusan ke kepala balai kawasan konservasi perairan nasional kupang, dengan menjelaskan maksud kegiatan, waktu pelaksanaan kegiatan, dan nama-nama peserta magang.

      trimakasih sudah berkunjung


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: