Oleh: twpkapoposang | April 12, 2011

138 ekor tukik mungil Pulau Kapoposang


Sungguh mengharukan melihat 138 tukik kecil nan mungil itu berusaha keluar dari lubang penetasan, dengan ke empat kakinya yang kecil menggali tanah, berusaha dan keliatan seperti berlomba-lomba satu sama lain untuk mencapai permukaan. Setelah kurang lebih 2 bulan berada di dalam lubang akhirnya mereka lahir kedunia. Tukik-tukik penyu sisik tersebut merupakan hasil dari relokasi telur penyu yang dilakukan oleh tenaga teknis pengelola TWP Kepulauan Kapoposang bersama dengan beberapa masyarakat Pulau Kapoposang yang peduli terhadap kelestarian Penyu Sisik.

Relokasi  dan penetasan tukik penyu sisik ini merupakan salah satu upaya konservasi yang dilakukan oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang untuk menjaga kelestarian penyu sisik di kawasan konservasi TWP Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya, mengingat keberadaan spesies langka yang dapat hidup di dua alam tersebut kini terus mengalami degradasi sebagai akibat tingginya aktivitas perburuan terhadap telur penyu mengingat permintaan telur penyu di pasaran sangat tinggi.

Tukik-tukik penyu sisik tersebut berasal dari 2 induk Penyu Sisik yang melakukan pendaratan untuk bertelur di bulan Desember 2010 dan bulan januari 2011 dengan jumlah telur sebanyak 300 butir, lokasi ditemukannya induk tersebut di Pulau Kapoposang yang merupakan salah satu dari 6 pulau di kawasan konservasi perairan nasinal TWP Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya. Namun sayangnya dari 300 butir telur tersebut hanya 138 ekor tukik yang berhasil ditangkarkan  sedangkan sisanya 162 butir telah menetas dan turun ke laut,  keterangan ini kami dapatkan dari masyarakat yang melihat ratusan ekor tukik penyu sisik turun ke laut secara alami tanpa bantuan manusia.

Saat ini penangkaran penyu yang ada di Pulau Kapoposang masih dilakukan secara sederhana dan swadaya oleh Tenaga Teknis dan Masyarakat Pulau Kapoposang. Kendala terbesar saat ini adalah tidak adanya fasilitas penangkaran seperti yang ada di daerah-daerah lain yang memiliki potensi Penyu. Tentunya potensi ini sangat menarik untuk dikembangkan, selain sebagai upaya konservasi untuk menyelamatkan biota ini dengan adanya penangkaran penyu dapat pulau menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Di beberapa daerah seperti Pantai Pangumbahan Jawa Barat, Pantai Sukamande di Jawa Timur dan di Gii Trawangan atraksi pelepasan anak penyu atau tukik sangat diminati oleh wisatawan lokal dan mancanegara.

Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya sebagai kawasan konservasi yang berorientasi wisata bahari, tentunya sangat tepat bila atraksi pelepasan penyu bisa dilakukan di Kawasan ini. Meningkatnya frekwensi wisatawan yang berkunjung ke TWP Kepulauan Kapoposang akan sangat berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berada di dalam kawasan. Untuk itu perhatian dari pemerintah bersama dengan stakeholder sangat dibutuhkan dalam hal pengembangan TWP Kepulauan Kapoposang, bukan tidak mungkin jika potensi ini dikembangkan secara profesional kawasan konservasi TWP Kepulauan Kapoposang dapat menjadi Icon dalam hal konservasi jenis penyu di wilayah Sulawesi Selatan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: