Oleh: twpkapoposang | Januari 18, 2012

Profil Penangkaran Penyu “Bahari Lestari”, Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya


Latar Belakang

Kepulauan Kapoposang merupakan gugusan pulau-pulau terluar di Kepulauan Spermonde secara administrative masuk kedalam wilayah Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan. Melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No.66/MEN/2009 Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan nasional di bawah pengelolaan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang.

Sebagai salah satu kawasan konservasi perairan nasional, Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya memiliki kekayaan sumberdaya hayati laut yang sangat melimpah bila dibandingkan dengan pulau-pulau lain yang berada di dalam wilayah administrative Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Namun kekayaan biofisik tersebut terabaikan bahkan saat ini mulai terancam keberadaannya akibat aktivitas manusia yang cenderung merusak.

Salah satu kekayaan SDHL adalah spesies Penyu Sisik dan Penyu Hijau, telah lama diketahui bahwa Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya menjadi area pendaratan peneluran spesies Penyu Sisik dan Penyu Hijau, tantangan yang dihadapi adalah kebiasaan masyarakat di kawasan TWP Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya untuk mengkonsumsi telur penyu yang kemudian diperparah lagi dengan lemahnya pengawasan oleh aparat terkait kemudian memberi celah bagi pelaku penangkapan penyu dewasa yang berasal dari pulau di luar kawasan TWP Kepulauan Kapoposang beroperasi di perairan Pulau Kapoposang.

Dilatar belakangi kurangnya inisiatif dari instansi terkait maupun stakeholder pemangku kepentingan untuk mengatasi hal tersebut, akhirnya masyarakat Pulau Kapoposang yang tergabung kedalam kelompok Pelestari “Bahari Lestari” tergerak untuk menjawab tantangan tersebut. Melalui usaha swadaya dan bantuan dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Sulawesi Selatan dan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional, terbentuklah satu fasilitas penangkaran penyu untuk melestarikan keberadaan Spesies Penyu Sisik (Eritmochyles imbicata) dan Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pulau Kapoposang dan pulau-pulau lain di kawasan Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya.

Kelompok pelestari “Bahari Lestari” merupakan kelompok masyarakat yang beranggotakan  masyarakat Pulau Kapoposang, Pulau Papandangan dan Pulau Gondong Bali yang peduli terhadap kelestarian spesies penyu sisik dan penyu hijau di TWP Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya. Dibentuk di Pulau Kapoposang pada tanggal 10 September 2011 melalui Surat Keputusan Kepala Desa Mattiro Ujung Nomor 188/DMUJ/IX/2011 mengenai pembentukan kelompok pelestari “Bahari Lestari” Pulau Kapoposang.

 

Visi dan Misi

Visi            :     Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya sebagai pusat pelestarian penyu terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan

Misi

  1. Menyelamatkan spesies penyu khususnya di Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya dan Provinsi Sulawesi Selatan pada umumnya dari ancaman kepunahan
  2. Melestarikan habitat tempat peneluran penyu di Taman Wisata Peiraran Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya.
  3. Penyadaran Masyarakat di dalam dan di luar kawasan Taman Wisata Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya terkait status spesies penyu saat ini sebagai biota yang dilindungi dan langka keberadaannya

Sasaran Umum

  1. Terbentuknya suatu kelompok masyarakat yang menyadari arti pentingnya spesies penyu di dalam ekosistem sehingga adanya kesadaran tersebut kemudian dapat mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam membantu kegiatan pelestarian spesies penyu dan habitatnya
  2. Peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dalam hal aspek teknis pengelolaan demplot penangkaran penyu.
  3. Meningkatnya frekwensi bertelur dari spesies penyu sehingga dapat mengembalikan populasi spesies tersebut
  4. Menyebarluaskan keberadaan spesies penyu dan habitatnya ke masyarakat luas sehingga keberadaan spesies penyu dapat menjadi salah satu daya tarik wisata untuk pengembangan sector wisata di Kawasan TWP Kepulauan Kapoposang pada khususnya dan Provinsi Sulawesi Selatan pada umumnya
  5. Peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan TWP Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya sebagai dampak dari keberadaan spesies penyu dari segi daya tarik wisatawan.

KELEMBAGAAN

 

Pembina

Baso Rachmat

Ir. Iksan Mahmud

Pendamping

Moh. Yasir, S.Kel

Ilham,S.Kel

Pengurus

 

Ketua

Haruna

Sekretaris

Abd.Rahman

Bendahara

Irman

Anggota

Mustaking

Ambo Masse

Muharrang

Mursalim

Iwang

Ilham

Hasrullah

Sarana dan Prasarana

Walaupun penangkaran “Bahari Lestari” belum genap berusia setahun, tetapi beberapa sarana dan prasarana bantuan dari instansi terkait dan stakeholder yang cukup penting telah ada di Pulau Kapoposang.

Berikut sarana dan prasarana yang terdapat di Pusat Penangkaran Penyu “Bahari Lestari” Pulau Kapoposang:

  1. Bak Penangkaran Tukik terbuat sebanyak 2 (dua) Unit
  2. Rumah penangkaran ukuran sebanyak 1 (satu) unit
  3. Bak Penetasan berukuran sebanyak 1 (satu) unit
  4. Tower dan Bak Penampungan air
  5. Pondok jaga pengelola penangkaran sebanyak 1(satu) unit
  6. Papan nama dan Papan Informasi kegiatan pelestarian penyu masing-masing sebanyak 1 (satu) unit.

Capaian

Sebagai salah satu pusat kegiatan pelestarian spesies penyu yang relatif baru di wilayah provinsi Sulawesi Selatan, berbagai capaian penting telah berhasil dilakukan oleh KELOMPOK PELESTARI “BAHARI LESTARI”.

Kelompok pelestari “Bahari Lestari” senantiasa berperan aktif mendukung program pemerintah, khususnya Kementrian Kelautan dan Perikanan dalam hal pengelolaan TWP Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya khususnya penyelamatan spesies penyu dari ancaman kepunahan di wilayah ini. Koordinasi dan kerjasama yang baik dengan instansi pemerintah maupun stakeholder terkait senantiasa dilakukan demi kesuksesan kegiatan yang dimaksud.

Sejatinya kegiatan pelestarian penyu mulai dilakukan semenjak Desember 2010 sampai saat ini telah menunjukkan pencapaian yang positif dalam bentuk kegiatan antara lain sebagai berikut:

  1. 20 Desember 2010, Pelepasan 74 ekor Tukik Penyu Sisik di Pulau Kapoposang
  2. 2 Januari 2011, Pelepasan 7 ekor Tukik Penyu Sisik di Pulau Kapoposang
  3. 20 Februari 2011, Pelepasan 2 ekor Tukik Penyu Sisik di Pulau Kapoposang
  4. 22 Maret 2011, Pelepasan 28 ekor Tukik Penyu Sisik di Pulau Kapoposang
  5. Agustus 2011, Penandatanganan Kerjasama melalui kesepakatan bersama antara Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang dengan Kelompok Pelestari “Bahari Lestari” terkait pengelolaan Demplot Penangkaran Penyu Pulau Kapoposang, MOU No.242.2/BKKPN/XII/2/011
  6. September 2011, Pembangunan fasilitas rumah penangkaran dan bak penangkaran tukik di Pulau Kapoposang Bantuan dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Sulawesi Selatan
  7. Oktober 2011, Pembangunan 1 (satu) unit pos jaga dan bak penampungan air laut. Bantuan dari Program Coral Reef Rehabilitation and Management Project (Coremap) Fase II
  8. 29 Oktober 2011, Restocking penyu sisik di Pusat Pelatihan Lingkingan Hidup (PPLH) Puntondo Kab.Takalar Kerjasama antara PPLH Puntondo Takalar, Bahari Lestari, dan Ikatan Alumni SMA.1 Mks.
  9. 10 Desember 2011, Pelatihan Pengelolaan Habitat biota langka dan dilindungi dan pemasangan papan informasi kegiatan Kerjasama antara BKKPN Kupang dan Coremap Fase II

p align=”center”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: