Oleh: twpkapoposang | Mei 27, 2016

REHABILITASI TERUMBU KARANG BERBASIS MASYARAKAT DI PULAU KAPOPOSANG


20151002_163358Taman Wisata Perairan (TWP) Kep.Kapoposang dan Laut Sekitarnya merupakan salah satu dari 8 kawasan konservasi yang dikelola oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) yang berkedudukan di Kupang. Sebagai unit teknis konservasi untuk wilayah Indonesia Timur, BKKPN Kupang telah melakukan pengelolaan  terhadap kawasan konservasi TWP Kep.Kapoposang selama kurang lebih 7 tahun, berbagai kegiatan telah dilaksanakan dan salah satunya adalah rehabilitasi ekosistem terumbu karang di Pulau Kapoposang.

Dasar pelaksanaan kegiatan rehabilitasi antara lain terdegradasinya ekosistem terumbu karang di kawasan ini, baik  akibat anthropogenic maupun faktor alami seperti predasi dan global warming. Monitoring manta tow tahun 2015 menunjukkan Kondisi terumbu karang Pulau Kapoposang dalam kondisi buruk, dengan persentase karang keras hidup sebesar 16%.  Selain itu kegiatan rehabilitasi juga dilakukan untuk memberikan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat di dalam kawasan melalui “learning by doing”. Pengelola TWP Kapoposang menyimpulkan bahwa kesadaran masyarakat tidak akan terbentuk dengan sendirinya apabila masyarakat tersebut tidak terlibat dan merasakan secara langsung manfaat dari kegiatan konservasi yang dilakukan.

Konsep pelaksanaan kegiatan rehabilitasi terumbu karang bersifat partisipatif, yaitu masyarakat yang telah dilatih dan dibina terlibat secara aktif dalam kegiatan rehabilitasi. Masyarakat di Pulau Kapoposang terlebih dahulu diberikan bimbingan teknis berupa pelatihan transplantasi karang dan pelatihan selam sampai pada tingkatan two star scuba diver. Hasil bimbingan teknis merupakan bekal untuk menyukseskan kegiatan rehabilitasi oleh pengelola kawasan konservasi.

Berkaca dari kegiatan transplantasi yang dilakukan oleh instansi pemerintah, dan organisasi pemerhati lingkungan yang telah banyak dilakukan di perairan Kepulauan Spermonde, khususnya di Pulau Kapoposang. Sebagian besar kegiatan transplantasi hanya bersifat ceremonial dan proyek, sehingga ketika proyek selesai maka tidak ada keberlanjutan yang hanya akan menghasilkan tumpukan meja transplantasi dengan anakan karang yang mati dan tertutupi alga karena tidak terawat dengan baik. Untuk menghindari hal tersebut, pengelola kawasan TWP Kep.Kapoposang menitik beratkan kegiatan pada monitoring pasca pelaksanaan kegiatan. Masyarakat  di Pulau Kapoposang juga terlibat penuh dalam kegiatan rehabilitasi terumbu karang, tahapan rehabilitasi dimulai dari pemasangan meja, pengikatan anakan karang, sampai pada pembersihan rutin yang dilakukan tiap bulannya.

Teknis Pelaksanaan Transplantasi Karang

Berbagai metode transplantasi karang telah dikembangkan oleh peneliti kelautan di Indonesia, antara lain dengan menggunakan metode patok, metode jaring, metode jaring dan substrat, metode jaring dan rangka, metode jaring rangka dan substrat, dan metode rantai. Pemilihan metode pelaksanaan transplantasi karang diharapkan menyesuaikan kondisi perairan seperti contoh kestabilan  meja transplantasi sebagai media rehabilitasi dipengaruhi oleh faktor oseanografi yaitu gelombang perairan sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan hasil transplantasi. Kondisi gelombang di TWP Kep.Kapoposang pada musim barat tergolong tinggi, berdasarkan pertimbangan tersebut maka pengelola TWP Kpoposang menggunakan meja beton dalam pelaksanaan rehabilitasi terumbu karang sebagai media penempelan anakan karang. Pemilihan media tersebut mempertimbangkan kondisi perairan TWP Kapoposang pada musim barat yaitu gelombang tinggi mencapai 3 – 4 m

Rancangan meja

Pengerjaan balok balok beton dilakukan di Pulau Kapoposang, dengan melibatkan masyarakat Pulau Kapoposang yang tergabung dalam kelompok transplantasi karang. Balok balok beton dirancang sedemikian rupa sehingga saling mengikat satu sama lain, dan memudahkan pada saat perakitan di dalam perairan. Struktur bangunan meja transplantasi memiliki banyak ruang ruang sehingga selain berfungsi sebagai media anakan karang,  juga berfungsi sebagai rumah ikan (fish apartement). Ikan ikan karang herbivore pemakan algae sangat menyukai struktur bangunan yang kompleks untuk tempat perlindungan dan mencari makan, kehadiran ikan ikan herbivore di daerah transplantasi berfungsi untuk mengontrol jumlah alga yang ada di meja transplantasi sehingga tidak mengganggu pertumbuhan anakan karang.

Pengambilan bibit untuk anakan karang dilakukan di area dekat dengan meja transplantasi. anakan karang berukuran kurang lebih 10 cm dipotong dengan menggunakan gunting kemudian diikat pada meja transplantasi dengan menggunakan tali ties. Transportasi bibit ke meja transplant dilakukan di bawah air sambil menyelam untuk mengurangi strees yang belebih pada anakan karang. Pada proses ini satker TWP Kapoposang juga dibantu oleh kelompok transplantasi karang yang telah mengantongi sertifikat two star scuba diver pada pelatihan selam yang diadakan oleh BKKPN Kupang.  Penenggelaman meja transplantasi dilakukan di area depan dermaga Pulau Kapoposang yang didominasi oleh hamparan pasir yang cukup luas. Kegiatan rehabilitasi melalui transplantasi karang pada media meja beton akan menjadi habitat baru bagi ekosistem terumbu karang di Pulau Kapoposang, selain itu apabila jumlah meja ditambah dapat menjadi objek wisata yang menarik bagi wisatawan untuk melakukan penyelaman di area transplantasi.

Monitoring Pasca Penanaman Karang Transplantasi

Kegiatan rehabilitasi TWP Kapoposang melalui transplantasi karang di Pulau Kapoposang saat ini telah menghasilkan 20 meja beton dan 400 anakan karang yang terpelihara dengan baik. Kegiatan dilaksanakan dalam dua gelombang, antara lain 10 meja pertama dipasang pada tangal 5 desember 2014 sedangkan 10 meja berikutnya pada tanggal 4 agustus 2015.

Dari hasil pengukuran pertumbuhan, rata-rata pertumbuhan anakan karang mencapai kurang lebih 10 cm dalam satu tahun pertama. Pertumbuhan karang tergolong tinggi, karena kompetitor pertumbuhan anakan karang yaitu alga dapat dikontrol pertumbuhannya secara alami oleh ikan-ikan karang herbivore yang berlindung pada meja transplantasi. Selain itu secara rutin satker TWP Kapoposang dan kelompok transplantasi “Kapoposang Sejahtera” melakukan pembersihan meja transplan dan anakan karang dari alga dan parasit seperti Sponge,Drupella cornus, dan Acanchaster plancii yang dapat mengganggu pertumbuhan karang.

0 bulan

Anakan Karang Usia 0 Bulan

6 bulan

Anakan Karang Usia 6 Bulan

1 tahun 6 bulan

Anakan Karang Usia 1 Tahun 6 Bulan

Kelompok transplantasi “Kapoposang Sejahtera” terdiri atas 12 orang penyelam masyarakat Pulau Kapoposang yang kemudian dibagi menjadi 4 kelompok, tiap kelompok kemudian secara bergiliran tiap bulannya untuk membersihkan meja transplantasi dengan menggunakan peralatan dan operasional dari satker TWP Kapoposang. Untuk rencana kedepan, satker TWP Kapoposang dan Kelompok Transplantasi “Kapoposang Sejahtera” berencana untuk menenggelamkan beton font box  berbentuk tulisan “TWP KEP.KAPOPOSANG DAN LAUT SEKITARNYA”di dasar perairan Pulau Kapoposang. Font box ini juga nantinya akan berfungsi sebagai media/meja transplantasi untuk anakan karang sehingga dapat menjadi salah satu daya tarik wisata di Pulau Kapoposang.

 

Ilham, S.Kel

Penulis adalah Staf BKKPN Kupang Wilker Kapoposang

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi bkkpn_kupang@yahoo.co.id


Responses

  1. Manta kak Ilham

  2. Mantap kak ilham


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: